- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mengganti-icon-kursor-blog-dengan.html#sthash.mJMLjSMB.dpuf
0

Laporan Perjalanan MUSIUM BANK INDONESIA

Posted by Fikri Ramadhan on 23.04
MUSEUM BANK INDONESIA
MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
                               

Nama:
Muhammad Bagas Maziz(13117906)
Dea Audina Hartati(11117473)
Fikri Ramadhan(12117355)
Rozan Siregar(15117407)
Muhamad Syahdan(117200)
Sindi Fernanda(15117693)
Surya Nugraha(15117801)
Kelas: 1KA16
Kelompok 3



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Bank Indonesia (BI) adalah bank sentral Republik Indonesia. Bank ini memiliki nama lain De Javasche Bank yang dipergunakan pada masa Hindia Belanda. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Yang kita tahu BI adalah bank yang secara sah mengedarkan mata uang RI, namun kita tidak tahu apa dan bagaimana sejarah BI dari awal terbentuk. Maka dari itu kami memilih Musium Bank Indonesia sebagai tujuan perjalanan kami.
B.      Tujuan
Tujuan diadakan laporan perjalanan ini untuk menginformasikan atau berbagi ilmu pada pembaca agar mengetahui sejarah BI, sehingga pembaca tertarik untuk mengunjungi Musium Bank Indonesia.

C.      Waktu dan Tempat Kegiatan
             Hari, tanggal :  Minggu, 1 september 2017
             Lokasi           : Musium BI, Kota Tua, Jakarta
D.    Peserta Kegiatan
            Kegiatan diikuti oleh kelompok 3 yang terdiri dari 8 orang

E.     Pembiayaan
Biaya dalam melakukan perjalanan wisata ini sebesar Rp 55.000,- dengan rincian sebagai berikut:
ü  Transportasi : Rp 20.000,-
ü  Makan dan Minum : Rp 30.000,-
ü  Tiket Masuk : Rp 5.000,-
  


ISI LAPORAN PERJALANAN
1.      Laporan Perjalanan

·         08:00-09:30   : Semua kelompok kumpul di Stasiun Pondok Cina, Depok

·         09:30-10:00    : Pengarahan atau yang belum membeli tiket kereta , membeli
                                terlebih dahulu (ke St. Jakarta Kota) dan berdoa sebelum
                               keberangkatan.

·         10:00-11:30      : Menuju Museum Bank Indonesia (kota tua) dengan kereta menuju
                            jalur Jakarta Kota.

·         11:30-12:00        : Sampai di Stasiun Jakarta Kota , lalu kami berkumpul di luar
                             kereta, setelah itu kami berjalan bersama ke Museum Bank
                             Indonesia

·         12:00                  : Sesampainya di Museum Bank Indonesia, ternyata museum baru
                             baru dibuka pukul 13.00 wib.

·         12:30                  : Akhirnya kelompok kami makan terlebih dahulu sambil nunggu
                             Museum Bank Indonesia buka.

·         12.30-13:00       : Kami berkeliling mencari makan.Dan menemukan sebuah cafe
                            yang bernama “CAFE BATAVIA”. Setelah liat menu kami 
                            mutuskan untuk tidak jadi makan di sana karena terlalu mahal.
                            Tapi sempet ngadem sebentar sambil liat menu.

·         13:00-13:30      : Kami kembali ke Museum Bank Inonesia, yang ternyata sudah
                           penuh, lalu kami antri di depan pintu masuk, sekitar 30 menit
                           mengantri akhirnya kami masuk.
·         14:00                 : Sebelum masuk ke dalam kami membeli tiket terlebih dahulu,
                            hanya 1 orang dalam kelompok yang mengantri tiket. Ada
                            peraturan dilarang membawa tas, tas kami harus
                            dititipkan dipenitipan tas.

·         14:30-15:50       : Kami berbagi tugas untuk yang memfoto ,menulis dan juga
                             mengarahkan. Di sini kami mengelilingi museum BI dan  
                             memotret apa saja yang ada di museum.

·         15:00                  : Setelah selesai semuanya, Kelompok kami menuju pintu keluar
                              Musium BI.

·         15:15                  : Kami berkumpul di stasiun Jakarta Kota, lalu kami makan
                             bersama kemudian sholat.

·         16:00                  : Kami pulang menggunakan kereta arah Bogor.

2. Alur dan Objek Kegiatan
 Sesuai dengan kesepakatan , kita sekelompok berkumpul di Stasiun Pondok Cina pada jam 08:00 WIB dan melakukan pembelian tiket (bagi yang belum) lalu kita berdoa . perjalanan menuju Stasiun Jakarta Kota tidak ada kendala ,lancar lancar saja hanya dari St Pocin sampai manggarai kami tidak duduk karena penuh.
Sekita jam 11:30 kami sekelompok sampai di St Jakarata Kota , lalu kami berkumpul lagi diluar kereta,setelah itu kami berjalan menuju Museum Bank Indonesia , sampai disana sekitar jam 12 :00 an yang ternyata hari itu Museum BI baru dibuka sekitar jam 13:00 , alhasil kita keliling sekitar Kota Tua dulu untuk makan sambil menunggu Museum BI buka.
Setelah itu kami makan makan dulu dan sholat dzuhur , selesai sekitar jam 13:00 kami sekelompok kembali lagi menuju Museum BI , sampai disana ternyata Museum BI sudah penuh akhirnya kita cukup lama mengantri sekitar 30 menitan.
Sekitar jam 14:00 kita baru bisa masuk Museum BI , disana kita cek dulu tas yang kita bawa lalu kita membeli tiket dan mengantri (lagi) ,setelah dapat tiketnya kita tidak langsung masuk tapi kita menitipkan tas dulu karna kita tidak boleh membawa tas kedalamnya (mungkin karna takut ada yang masukin apa gitu ketas atau iseng masukin cengkeh ketas ) dengan mengambil no antrian.
Setelah kita menitipkan barang kita masuk lagi ,lalu memberikan tiket yang kita beli tadi ke penjaganya, nanti akan diseobek sebagai tanda kita boleh masuk.
Disana kita berbagi tugas ada yang memotret ,ada juga yang menulis dan mengarahkan, disana kita hampir sekitar 1 jam an mengelilingi museum BI , setelah dirasa sudah semua kita keluar menuju ketempat penitipan tas dengan menunjukan nomor antrian yang sebelumnya dikasih, setelah itu kita berjalan menuju Stasiun Jakarta kota.
Kita sekelompok berkumpul di Stasiun Jakarta kota pada jam 15:15 , karena dirasa kita lapar lagi kita makan lagi dan juga sekalian sholat , lama disana sekitar 45 menitan akhirnya pada jam 16:00 kita pulang menuju kereta kearah bogor, dari kereta pulang nya berbeda beda , ada yang turun dimanggarai , ada pula yang di st pasar minggu dan kembali di st pondok cina.

Sejarah Museum Bank Indonesia
Sejarah Museum

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota), dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.
Jauh sebelum kedatangan bangsa barat, nusantara telah menjadi pusat perdagangan internasional. Sementara di daratan Eropa, merkantilisme telah berkembang menjadi revolusi industri dan menyebabkan pesatnya kegiatan dagang Eropa. Pada saat itulah muncul lembaga perbankan sederhana, seperti Bank van Leening di negeri Belanda. Sistem perbankan ini kemudian dibawa oleh bangsa barat yang mengekspansi nusantara pada waktu yang sama. VOC di Jawa pada 1746 mendirikan De Bank van Leening yang kemudian menjadi De Bank Courant en Bank van Leening pada 1752. Bank itu adalah bank pertama yang lahir di nusantara, cikal bakal dari dunia perbankan pada masa selanjutnya. Pada 24 Januari 1828, pemerintah Hindia Belanda mendirikan bank sirkulasi dengan nama De Javasche Bank (DJB). Selama berpuluh-puluh tahun bank tersebut beroperasi dan berkembang berdasarkan suatu oktroi dari penguasa Kerajaan Belanda, hingga akhirnya diundangkan DJB Wet 1922.
Masa pendudukan Jepang telah menghentikan kegiatan DJB dan perbankan Hindia Belanda untuk sementara waktu. Kemudian masa revolusi tiba, Hindia Belanda mengalami dualisme kekuasaan, antara Republik Indonesia (RI) dan Nederlandsche Indische Civil Administrative (NICA). Perbankan pun terbagi dua, DJB dan bank-bank Belanda di wilayah NICA sedangkan "Jajasan Poesat Bank Indonesia" dan Bank Negara Indonesia di wilayah RI. Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 mengakhiri konflik Indonesia dan Belanda, ditetapkan kemudian DJB sebagai bank sentral bagi Republik Indonesia Serikat (RIS). Status ini terus bertahan hingga masa kembalinya RI dalam negara kesatuan. Berikutnya sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, RI menasionalisasi bank sentralnya. Maka sejak 1 Juli 1953 berubahlah DJB menjadi Bank Indonesia, bank sentral bagi Republik Indonesia.
Pada Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia sebagai bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Pada saat itu, sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), fungsi bank sentral tetap dipercayakan kepada De Javasche Bank (DJB). Pemerintahan RIS tidak berlangsung lama, karena pada tanggal 17 Agustus 1950, pemerintah RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada saat itu, kedudukan DJB tetap sebagai bank sirkulasi. Berakhirnya kesepakatan KMB ternyata telah mengobarkan semangat kebangsaan yang terwujud melalui gerakan nasionalisasi perekonomian Indonesia. Nasionalisasi pertama dilaksanakan terhadap DJB sebagai bank sirkulasi yang mempunyai peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Sejak berlakunya Undang-undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953, bangsa Indonesia telah memiliki sebuah lembaga bank sentral dengan nama Bank Indonesia.

Sebelum berdirinya Bank Indonesia, kebijakan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran berada di tangan pemerintah. Dengan menanggung beban berat perekonomian negara pasca perang, kebijakan moneter Indonesia ditekankan pada peningkatan posisi cadangan devisa dan menahan laju inflasi. Sementara itu, pada periode ini, pemerintah terus berusaha memperkuat sistem perbankan Indonesia melalui pendirian bank-bank baru. Sebagai bank sirkulasi, DJB turut berperan aktif dalam mengembangkan sistem perbankan nasional terutama dalam penyediaan dana kegiatan perbankan. Banyaknya jenis mata uang yang beredar memaksa pemerintah melakukan penyeragaman mata uang. Maka, meski hanya untuk waktu yang singkat, pemerintah mengeluarkan uang kertas RIS yang menggantikan Oeang Republik Indonesia dan berbagai jenis uang lainnya. Akhirnya, setelah sekian lama berlaku sebagai acuan hukum pengedaran uang di Indonesia, Indische Muntwet 1912 diganti dengan aturan baru yang dikenal dengan Undang-undang Mata Uang 1951.
Sistem Pembayaran
Sistem pembayaran di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu sistem pembayaran tunai dan non tunai. Dalam Undang-Undang (UU) No. 11/1953 ditetapkan bahwa Bank Indonesia (BI) hanya mengeluarkan uang kertas dengan nilai lima rupiah ke atas, sedangkan pemerintah berwenang mengeluarkan uang kertas dan uang logam dalam pecahan di bawah lima rupiah. Uang kertas pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah uang kertas bertanda tahun 1952 dalam tujuh pecahan. Selanjutnya, berdasarkan UU No. 13/1968, BI mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam semua pecahan. Sejak saat itu, pemerintah tidak lagi menerbitkan uang kertas dan uang logam. Uang logam pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah emisi tahun 1970. Pada era 1990-an, BI mengeluarkan uang dalam pecahan besar, yaitu Rp 20.000 (1992), Rp 50.000 (1993), dan Rp 100.000 (1999). Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan uang pecahan besar seiring dengan perkembangan ekonomi yang tengah berlangsung saat itu.

Foto-Foto Museum Bank Indonesia
                                                                                                          
      
Tanda Pengesahan Musium BI ditandatangani DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli 2009 di Jakarta
Ruang Pelayanan Nasabah, foto setelah pengembangan tahun 1937.                                                                    
Logo Bank Indonesia dari pertama hingga sekarang

Terdapat beberapa pakaian pada zaman dahulu. Pakaian tersebut merupakan pakaian tentara Indonesia, jepang, dan belanda.


Rempah - rempah khas Indonesia yang pernah dijadikan alat barter.


 
 Mata Uang di berbagai daerah Indonesia


Lukisan dan Miniatur kapal di Musium Bank Indonesia


 
Patung – patung yang menggambarkan transaksi di masa kolonial Belanda.



GUBERNUR BANK INDONESIA

                
Mr. Sjafruddin Prawiranegara         Mr. Loekman Hakim                     Mr. Soetikno Slamet
Masa Jabatan : 1953 – 1958         Masa Jabatan : 1958 – 1959         Masa Jabatan : 1959 - 1960


           
           Mr. Soemarno                       T. Jusuf Muda Dalam                        Radius Prawiro 
Masa Jabatan : 1960 – 1963        Masa Jabatan : 1963 – 1966         Masa Jabatan : 1966 - 1973


                                             Rachmat Saleh                          Arifin Siregar                                 Adrianus Mooy    Masa Jabatan : 1973 – 1983      Masa Jabatan : 1983 – 1988          Masa Jabatan : 1988 - 1993

            
    J. Soedradjad Djiwandono                 Syahril Sabirin                         Burhanuddin Abdullah
   Masa Jabatan : 1993 – 1998      Masa Jabatan : 1998 – 2003           Masa Jabatan : 2003 - 2008 

 
                Boediono 
   Masa Jabatan : 2008 - 2013



PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pengalaman yang kami dapatkan dari perjalanan ke Musium Bank Indonesia ini, dapat diambil kesimpulan bahwa selama ini kita hanya bisa memakai mata uang saja tanpa tahu sejarah Sejarah BI dan mata uang Indonesia. Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam hal moneter. Dengan ini sekarang kita bisa tahu sejarah dan macam – macam mata uang di jaman dahulu.
B.     Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa, sangat baik bila terus dilaksanakan dari tahun ke tahun, karena dapat meningkatkan wawasan serta dapat mempererat pertemanan.



                                                    Dokumentasi Perjalanan

                                             Foto keberangkatan bersama kelompok lain


                                      
                                               Tempat makan yang sempat kami singgahi


                                      
Foto – foto kelompok kami di sekitaran Musium Bank Indonesia

LEMBAR TIKET








0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 MORE INFO, MORE KNOWLEDGE All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.